Persembahan seni ini dikemas dalam bentuk sendra tari yang merupakan gambaran akan kisah sejarah di masa lampau Tomanurung dari kerajaan yang pernah tumbuh dan berkembang di kabupaten Pangkep yakni Kerajaan Siang.. Keberadaan benda-benda sakral pada jaman itu yakni: sebuah Cinde (bendera) dan Patongko rupa bulaeng (topeng emas) menjadi ciri dalam sendra tari ini. Dan Sendra tari ini adalah merupakan karya almarhumah ibu Hj Andi Djai yang pada tahun 2007 di kemas ulang oleh Andi Alfiah Patekke Tana.
Selasa, 15 Mei 2012
Jumat, 04 Mei 2012
Alat Musik gong
Alat Musik Gendang Makassar
gendang makassar memiliki ciri khas tersendiri. Selain bentuknya yang
menyerupai telur, dibuat dari kayu khusus, ukurannya disesuaikan dengan
ukuran badan para penabuh atau pemiliknya. Tak mengherankan jika
pemain atau penabuh gendang di daerah ini juga pandai membuat gendang.
“Gendang Makassar, dibuat dari kayu Campaga dan kulit kambing serta ukurannya disesuaikan dengan bodi yang memainkan gendang itu,” ujar lelaki berkumis itu saat ditemui di rumahnya di Kecamatan Bonto Nompo Kabupaten Gowa.
“Gendang Makassar, dibuat dari kayu Campaga dan kulit kambing serta ukurannya disesuaikan dengan bodi yang memainkan gendang itu,” ujar lelaki berkumis itu saat ditemui di rumahnya di Kecamatan Bonto Nompo Kabupaten Gowa.
Tari paraga
Paraga sebagai aktualisasi a’rannu-rannu/ bersenang-senang /bermain-main,
merupakan kegiatan yang dilakukan
ketika waktu senggang, pengejawantahan dari aktualisasi ini mengiring tari
ma’raga kemudian menjadi, tradisi ritual bagi masyarakat budaya. Adapun
ma’raga dengan atraksi estetika dan penguatan ritual
menyebabkan kegiatan ini menjadi tradisi yang tercampuri dengan ritual (pada
prosesi awal). Kemudian atraksi ini digelar untuk menyambut tamu.
Tari Mabbissu
Tari mabbissu dimainkan oleh enam lelaki yang berdandan seperti layaknya
perempuan dengan pakaian berwarna keemasan dan badik di pinggang.
Tari Mabbissu adalah tarian bissu yang berarti suci atau kuat. Para penarinya dipanggil bissu karena tidak haid, tidak berdarah, atau suci. Dikatakan tidak berdarah karena Bissu ini kebal terhadap senjata tajam, tidak mampu ditembus oleh keris, parang atau timah panas. Pada setiap upacara ritual, para Bissu selalu mempertontonkan kesaktian mereka dalam bentuk tari yang disebut dengan Mabbissu atau Tari Mabbissu.
Tari Mabbissu adalah tarian bissu yang berarti suci atau kuat. Para penarinya dipanggil bissu karena tidak haid, tidak berdarah, atau suci. Dikatakan tidak berdarah karena Bissu ini kebal terhadap senjata tajam, tidak mampu ditembus oleh keris, parang atau timah panas. Pada setiap upacara ritual, para Bissu selalu mempertontonkan kesaktian mereka dalam bentuk tari yang disebut dengan Mabbissu atau Tari Mabbissu.
Tari Pakarena
Tari Pakarena merupakan kesenian Tradisional yang berkembang di Gowa, Sulawesi Selatan, tarian ini sering dipertontonkan pada acara khusus.
Asal-usul tarian Pakarena sendiri berasal dari kisah mitos perpisahan penghuni boting langit(negara kahyangan) dengan penghuni lino(bumi) pada zaman dahulu. Sebelum detik-detik perpisahan, boting langit mengajarkan penghuni lino mengenai tata cara hidup, bercocok tanam, beternakhingga cara berburu lewat gerakan-gerakan tangan dan kaki.
Gerakan-gerakan inilah yang kemudian menjadi tarian ritual saat penduduk lino menyampaikan rasa syukurnya kepada penghuni boting langit.
Asal-usul tarian Pakarena sendiri berasal dari kisah mitos perpisahan penghuni boting langit(negara kahyangan) dengan penghuni lino(bumi) pada zaman dahulu. Sebelum detik-detik perpisahan, boting langit mengajarkan penghuni lino mengenai tata cara hidup, bercocok tanam, beternakhingga cara berburu lewat gerakan-gerakan tangan dan kaki.
Gerakan-gerakan inilah yang kemudian menjadi tarian ritual saat penduduk lino menyampaikan rasa syukurnya kepada penghuni boting langit.
Ganrang bulo
Gandrang Bulo, atau bahasa okkotsnya Ganrang Bulo (entah yang mana yang okkots) merupakan kesenian rakyat asli Makassar
yang menggabungkan unsur musik, tarian dan dialog kritis nan kocak.
Bagi para senimannya, panggung menjadi tempat berkisah mengenai masalah
hidup mereka sehari-hari. Tak jarang kisah-kisah humor mereka bawakan,
diselingi dengan celetukan-celetukan kritis dan gerak tubuh yang membuat
penonton tertawa lepas. Sasaran guyonan mereka pun tak pandang bulu,
mulai dari pejabat pemerintah, tentara, dokter, sampai kepala desanya.
Demikian juga tema-tema yang diangkat mulai dari politik hingga berbagai
peristiwa yang mereka alami sehari-hari.
Langganan:
Postingan (Atom)



